Rabu, 25 Juni 2008

TVRI : Wawancara Pergantian Jampidsus


Tanggal : 15 Juni 2008
Sumber : Surya Online

SAHRIN Hamid dan Gayus Lumbuun, anggota Komisi III DPR (salah satunya bidang hukum) justru membela Jaksa Agung Hendarman Supandji. Mereka sama-sama ingin Hendarman diberi kesempatan untuk mengusut para jaksa brengsek yang terkait kasus suap 660.000 dolar AS dari Artalyta Suryani.

"Seharusnya diberi kesempatan terlebih dahulu untuk membersihkan lembaganya. Baru setelah Jaksa Agung tidak
mampu, sepantasnya Presiden mengganti Jaksa Agung," tegas Sahrin Hamid di Jakarta, Sabtu (14/6).

Gayus Lumbuun mengatakan, Jaksa Agung seharusnya segera membenahi anak buahnya. "Kalau terbukti bersalah, Jaksa Agung saya minta tidak segan-segan menjatuhkan hukuman," desaknya.

Sementara, Hendarman mengaku sudah memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan MS Rahardjo untuk
memeriksa tiga jaksa agung muda lain yang terkait Artalyta.

"Tadi pagi sudah saya instruksikan untuk melakukan pemeriksaan. Rencananya dilakukan Senin (16/6) depan," ujar Hendarman di kampus Universitas Diponegoro, Jawa Tengah, kemarin. Ketiga jaksa agung muda yang diduga terlibat kasus Artalyta adalah Kemas Yahya Rahman (dulu Jampidsus), Untung Udji Santoso (Jamdatun) dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto.

Jamwas MS Rahardjo hingga Sabtu malam tidak dapat dikonfirmasi, sedangkan Jamintel Wisnu Subroto mengaku siap apabila akan diperiksa Jamwas. "Silakan saja kalau akan diperiksa," tegas Wisnu.

Ia merasa tidak pernah menerima telepon dari Artalyta. Namun, dia mengakui ditelepon Untung Udji yang menceriterakan soal Urip ditangkap KPK. Tapi Artalyta sebagai pemberi suap, waktu itu belum ditangkap KPK.

"Jadi rencana penangkapan kami waktu itu, ya masak yang menerima ditangkap tapi pemberinya nggak. Itu untuk
kesamaan saja," tegas Wisnu. Sebelumnya, Untung Udji merasa tidak terlibat dalam kasus Urip. Ia hanya menerima telepon Artalyta yang sedang panik setelah Urip ditangkap."Dicopot pun nggak pusing. Jangankan dicopot, disidang pun saya berani, kenapa mesti takut," tegasnya. jbp/yls/

yat

Tidak ada komentar: