“Tidak perlu berlebihan seperti itu,” kata anggota Komisi III DPR, Sahrin Hamid kepada myRMnews Rabu siang (4/6).
Dalam penangkapan pagi tadi, polisi memakai berbagai peralatan pendukung, seperti ketika menangkap perakit bom kelompok Nurdin Top, Dr Azhari.
Ketika menggrebek markas FPI, polisi diterjunkan memakai body protector, rompi anti peluru, helm dan senjata laras panjang.
Sahrin yang juga Kapolri di Kabinet Bayangan versi Kaukus Muda Parlemen, mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya polisi bisa memprediksikan situasi yang akan terjadi di lapangan, termasuk yang dapat mengancam nyawa.
Tapi ketika menggrebek markas FPI, menurut politisi muda PAN ini, ada kesan polisi hendak unjuk kekuatan. Meskipun menyambut positif penangkapan tersebut, Sahrin menganggap polisi belum profesional.
“Kalau berlebihan seperti itu namanya mau show force, “ kata Sahrin. [dry]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar